Arsip
Video

Statistik User

  1. Administrator
  2. Kamis, 23 Mei 2013 - 15:28:46 WIB
  3. Dibaca : 1477 Kali

Jakarta -  Pemerintah mengusulkan tambahan anggaran pembangunan infrastuktur dasar senilai Rp 6 triliun sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM).  Salah satunya adalah sistem pengembangan air minum (SPAM) yang masuk ke dalam Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan SPAM (P4-SPAM).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Ketua Bappenas, Armida Alisjahbana mengatakan, program P4-SPAM bakal menyasar desa tertinggal di seluruh Indonesia dengan total jutaan jiwa yang akan menerima manfaat.

"Jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, maka total rakyat di seluruh Indonesia yang akan menerima manfaat melalui program pengembangan dan penyediaan sistem air minum ini akan mencapai lebih dari 1,59 juta jiwa,” katanya ketika berbicara di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Dijelaskan, target penerima P4-SPAM meliputi masyarakat yang berada di desa nelayan dan masyarakat desa yang tinggal di lingkungan rawan air, dan juga masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan kota dan kumuh.

Wilayah penerima bantuan infrastruktur sistem pengembangan air minum ini berdasarkan empat kriteria, yaitu masyarakat miskin di 2.450 desa dari 8.230 desa dengan tingkat kemiskinan di atas 50 persen. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 350 juta per desa.

"Kemudian masyarakat dengan tingkat kemiskinan di atas 40 persen, yang akan memperoleh bantuan sama senilai Rp 350 juta per kelurahan. Targetnya adalah 1.200 kelurahan dari 1.435 kelurahan yang ada," kata Armida Alisjahbana.

Kemudian, masyarakat miskin di 6.040 desa akan menerima program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur permukiman (P4IP) reguler sebesar Rp 250 juta per desa, dan tambahan dana Rp 500 juta per desa, sehingga alokasi dana setiap desa menjadi Rp 350 juta.

Program P4IP, kata Armida, akan menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 9,6 juta orang per hari untuk bidang konstruksi dan 7.350 orang per bulan sebagai fasilitator masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah akan menyasar tiga program dari penambahan anggaran infrastruktur dasar di Kementerian Pekerjaan Umum sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 6 triliun. Ketiga program tersebut adalah pembangunan infrastruktur perdesaan yang masuk ke dalam program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur permukiman (P4-IP).

Selain itu pengembangan sistem air minum yang masuk ke dalam program percepatan dan perluasan pembangunan SPAM (P4-SPAM, serta pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang masuk ke dalam program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur SDA (P4-ISDA). (ant/ ditpam/yss)

Komentar (6)

<< First | < Prev | 1 | 2 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar