Arsip
Video

Statistik User

  1. Administrator
  2. Selasa, 07 Mei 2013 - 12:01:37 WIB
  3. Dibaca : 2781 Kali

Banjarmasin - Sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan program hibah air minum AusAID tahap kedua. Dari jumlah itu, empat di antaranya sudah mendapatkan Surat Penerusan Perjanjian Hibah (SPPH) dari Kementerian Keuangan. Sementara enam lainnya diharapkan segera melengkapi persyaratan yang ditetapkan.

Menurut Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Santasi Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU, Chandra Situmorang pada acara “Kick off Meeting Baseline Survery Program Hibah Air Minum–AusAID Tahap II Wilayah Regional Kalimantan, di Banjarmasin, Senin (29/4),  penetapan sasaran rogram hibah air minum USAID melalui AusAID harus dipetakan dengan matang.

“Jangan sampai setelah PDAM menginvestasikan dananya untuk membangun sambungan rumah (SR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun dana hibah tidak cair karena temuan auditor ada yang tidak tepat sasaran,” katanya.

Chandra Situmorang menjadi salah satu nara sumber di acara itu, selain Eko Widji Purwanto (Direktorat Permukiman dan Perumahan Bappenas),  dan Yudi Sapto dari Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Sementara itu pejabat dari Dinas PU Kalsel menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih bagi semua orang dalam program Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) 2015 merupakan wacana yang selalu mencuat akibat ketidaksetaraan akses terhadap air bersih.  (djck/ditpam/yss)

Komentar (0)

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar